Pengertian Sholat Tarawih dalam Islam

Bulan Ramadhan terhadap dasarnya bukan cuma sekedar bulan puasa untuk menghindar lapar dan haus saja. Lebih berasal dari itu, bulan ini juga jadi bulan ibadah dan panen pahala. Ada banyak ibadah tertentu dan keutamaan yang cuma Allah memberikan terhadap bulan ramadhan saja. Karena itu, tak jarang orang – orang berlomba – lomba dalam beribadah sepanjang bulan Ramadhan.

Salah satu ibadah khas yang tersedia terhadap bulan Ramadhan adalah salat tarawih. Pada umumnya, salat tarawih ini dilakukan sehabis shalat isya’ dan dilakukan secara berjamaah. Ada yang melaksanakannya sebanyak 8 rakaat, tapi tersedia juga yang melakukan salat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Hal itu adalah perbedaan yang wajar dan tidak kudu jadi masalah. Yang paling penting adalah kita bisa menghidupkan malam bulan ramadhan bersama dengan salat tarawih. Karena dalam sebagian riwayat, dikatakan bahwa orang yang melakukan tarawih bersama dengan mengharap ridho Allah, maka dosa – dosanya yang sudah lalu akan dihapuskan oleh Allah.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh bersama dengan keberkahan. Setiap amalan dan ibadah yang dilakukan terhadap bulan Ramadhan sudah tentu mendapatkan ganjaran berlipat berasal dari Allah SWT. Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa sepanjang 30 hari lamanya, berasal dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa adalah ibadah kudu sepanjang Ramadhan.

Mengutip situs bacaan doa harian Islam runimas, Selain ibadah puasa, tak lengkap rasanya untuk meningkatkan amal ibadah lainnya. Di bulan Ramadhan, tiap-tiap malamnya atau sehabis shalat Isya umumnya melakukan shalat tarawih. Agar tak lupa kembali bagaimana tata langkah pelaksanaannya, di artikel ini akan kembali diingatkan bagaimana shalat tarawih dilakukan menjadi berasal dari niat hingga salam.

Simak baik-baik ya!

Pengertian Shalat Tarawih
Shalat tarawih atau di sebagian daerah biasa disebut bersama dengan taraweh, atau teraweh merupakan shalat sunnah yang dilakukan sepanjang bulan suci Ramadhan. Dalam bhs Arab, kata tarawih merupakan bentuk jamak berasal dari تَرْوِيْحَةٌ (tarwihatun) yang bermakna sementara sejenak untuk istirahat. Seperti yang sudah disebutkan secara ringkas di atas, bahwa tarawih ini dilakukan selepas shalat Isya. Biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Namun, terhadap zaman Rasulullah SAW, shalat tarawih di berjamaah di masjid tidak dilakukan sepanjang Ramadhan. Kebanyakan Rasulullah SAW melaksanakannya di rumah, layaknya diriwayatkan dalam hadis Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Malik dan Ahmad.

Diceritakan bahwa, Aisyah RA yang mengisahkan moment yang berjalan terhadap 10 malam terakhir terhadap sebuah Ramadhan. Pada itu Rasulullah melakukan tarawih bersama dengan sebagian orang. Pada malam sesudah itu sebagian kawan dekat yang tidak ikut terhadap malam pada mulanya ada agar shalat tarawih Rasulullah di masjid diikuti oleh banyak jamaah dibanding terhadap malam sebelumnya. Pada malam ketiga, masjid penuh sesak bersama dengan jamaah yang menanti Rasulullah. Tetapi Nabi Muhammad SAW tidak terlihat rumah.

Rakaat Shalat Tarawih

Jumlah rakaat shalat tarawih bermacam-macam. Ada yang melaksanakannya sebanyak 8 rakaat, yang dilakukan bersama dengan dua rakaat atau empat kali salam. Ada juga yang melakukan shalat tarawih sebanyak 20 rakaat, yang dilakukan 2 rakaat, 10 kali salam. Keduanya miliki dalilnya tersendiri. Jadi tak kudu memperdebatkan mana yang lebih sah shalat tarawihnya. Sebab, masing-masing miliki dalilnya tersendiri, dan ke dua dalil selanjutnya sangat sahih.

Tata Cara Shalat Tarawih
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tersedia 2 pendapat mengenai rakaat dalam melakukan shalat tarawih, yakni 8 rakaat dan 20 rakaat, selanjutnya adalah runtutan dalam mobilisasi shalat tarawih:

Membaca niat shalat tarawih
Membaca takbiratul ihram
Membaca ta’awudz dan surat Al-Fatihah dan dilanjutkan bersama dengan membaca surat yang tersedia di dalam Al-Quran
Rukuk
I’tidal
Sujud pertama
Duduk di pada dua sujud
Bangkit berasal dari duduk
Salam terhadap rakaat kedua
Mengucap istighfar

Setelah itu, umumnya terhadap pelaksanaan shalat tarawih selalu diakhiri bersama dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat satu kali salam. Berikut tata langkah dan niat shalat witir.