Bacaan Latin Doa Ziarah Kubur Dan Artinya Beserta Tata Caranya Menurut Sunnah

Anies: Ziarah Kubur di Jakarta Dibuka 17 Mei 2021
source gambar : idntimes.com

Melakukan ziarah kubur adalah amalan Sunnah yang diajarkan oleh agama Islam sebagai bentuk refleksi diri seorang muslim. Ziarah kubur sendiri telah menjadi budaya di Indonesia sejak dari zaman nenek moyang kita hingga saat ini.

Ziarah kubur biasanya dilakukan pada momen – momen tertentu, seperti menjelang awal puasa maupun menjelang lebaran. Sementara diluar dari itu, waktu yang paling tepat untuk melakukan ziarah kubur adalah pada hari Kamis setelah ashar maupun hari Jumat. Karena sejatinya menurut kepercayaan Islam, hari Jumat merupakan hari hari yang paling baik diantara hari baik lainnya.

Berikut dibawah ini bacaan latin doa ziarah kubur yang bisa diamalkan :

“A’udzubillahi minasyaithoonir rojim.

Bismillahirrohmannirrohim. Alhamdullilahi robbil ‘alamin, hamdan syakiriin,

Hamdannaa ‘imiin, hamdan yuwaafiini’amahu

wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa’adzimi sultonik,

allohumma shoolli wasalim ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala alii sayyidina Muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro,

nahu minal qur’anil ‘adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina

‘atsayyidina Muhammad sollallohu’alaihu wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan

najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi’ina waquroti

a’ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu ‘alaihi wa sallam,

wa ila jami’ii ikhwanihi minal anbiyaai

walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi’ina

wal’ulamail ‘alimina wal mushonnafiinal

mukhlisiina wa jami’il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil ‘alaminn, wal malaikatil

muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami’i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina

wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila

magooribiha barriha wabahriha khusushan

ila aabaaina wa ummahaa tiinaa,

wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam’anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.”

Artinya :

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana

Orang – orang yang bersyukur dan orang – orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya.

Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya.

Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan

Keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Quran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan – kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang – orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang – orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan Semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.”

Karena hukum melakukan ziarah kubur adalah Sunnah, maka berikut dibawah ini urutan tata cara melakukan ziarah kubur menurut Sunnah :

  • Diutamakan berwudhu terlebih dahulu
  • Mengucapkan salam kepada ahli kubur
  • Memanjatkan doa untuk Almarhum
  • Membacakan ayat – ayat pendek Al-Quran
  • Tidak menginjak bagian atas kuburan
  • Tidak bertindak berlebihan