Apa Arti Sholat Dhuha dalam Islam

Sholat dhuha merupakan tidak benar satu sholat sunnah yang dijalankan terhadap kala dhuha (pagi hari) saat matahari merasa naik tidak cukup lebih tujuh hasta sejak terbitnya hingga menjelang dzuhur. Sholat dhuha baik dijalankan di awal kala maupun akhir kala dan pelaksanaanya tidak jauh tidak serupa dengan shalat fardhu terhadap kebanyakan dan dijalankan minimal dua rakaat.

Dilansir dari situs bacaan lafadz doa dan niat sholat abiabiz, Seperti dikitip dari “Waktu Shalat Dhuha dalam Kajian Fiqih” oleh M Tatam Wijaya di NU online, Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, mengatakan duha adalah nama kala yang dimulai dengan naiknya matahari hingga sebelum saat tergelincir.

Para ulama mengatakan bahwa kala dhuha adalah 15-20 menit sesudah mata hari terbit (waktu syuruq) hingga 15 menit sebelum saat tiba waktunya sholat dhuhur.

Batas Waktu sholat dhuha merasa dari sesudah matahari terbit hingga setinggi tombak dan berakhir sebelum saat masuk kala zuhur (sebelum zawal). Waktu dhuha adalah kala matahari sudah meninggi dan pancaran sinarnya sudah membawa dampak bumi panas. Hal ini

Sholat dhuha tak sekedar untuk memperlancar rezeki, terhitung memiliki keistimewaan seperti solat fardu tidak benar satunya adalah fasilitas untuk memohon ampunan dosa. Keutamaan lainnya adalah bagi siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha adalah tidak terhitung ke dalam golongan orang yang lalai dalam melacak rahmat Allah SWT.

Untuk mampu merasakan keistimewaan dari sholat dhuha, maka penting untuk perhatikan tata cara sholat dhuha beserta doanya. Berikut Gramedia.com sudah merangkum untuk Grameds tata cara sholat dhuha, doa, dan juga keutamaan-keutamaannya.

Keutamaan Sholat Dhuha

Mengutip, di antara keutamaan-keutamaan sholat dhuha antara lain:

  1. Mengikuti sunah Rasulullah saw.
  2. Sholat dhuha menjadikan khusus yang bersih dari dosa agar amat mungkin doa enteng dikabulkan oleh Allah SWT.
  3. Dalam hadis qudsi disebutkan, bahwa orang yang mendirikan sholat dhuha maka kebutuhannya dapat dicukupi oleh Allah SWT.
  4. Tidak terhitung golongan yang lalai
  5. Dianggap sebagai Sholat Awwabin
  6. Dibuatkan tempat tinggal di Surga oleh Allah
  7. Memperoleh pahala seperti orang yang pergiu haji dan umroh

Sholat dhuha terhitung sholat sunah yang memiliki fungsi yang menakjubkan. Sholat ini dijalankan 2 hingga 12 rakaat.

Lebih rincinya, ibadah sholat dhuha dijalankan sesudah matahari terbit hingga menjelang kala sholat zuhur. Estimasi kala paling baik menunaikan sholat dhuha di Indonesia lebih kurang pukul 08.00 hingga 11.00.

Perlu diperhatikan, sholat penarik rezeki ini disunahkan tidak dijalankan dengan berjamaah, melainkan sendiri-sendiri. Adapun takaran fungsi sholat dhuha sangatlah banyak.

Bahkan, bagi siapa yang mengerjakan sholat dhuha, Allah SWT dapat membangunkan tempat tinggal indah terbuat dari emas kelak di surga. Ada pula yang menyebut, tiap-tiap muslim ataupun muslimat yang menunaikan sholat tersebut dapat mendapatkan pahala seperti mengerjakan ibadah umrah.

Selanjutnya, fungsi paling kondang dari menunaikan sholat dhuha adalah mendapatkan kemudahan rezeki. Sebab, umat Islam yang mengerjakan sholat ini dapat mendapatkan seperti harta ganimah atau harta rampasan perang dengan cara cepat.

Selain mendapat berkah berwujud kemudahan rezeki, menunaikan sholat dhuha terhitung mampu mempermudah pekerjaan sehari-hari. Misalnya, berbisnis, naik jabatan, hingga enteng mendapatkan jodoh.

  • Membaca Doa Iftitah
  • Membaca Surat Al Fatihah
  • Membaca satu surat di dalam Al Quran. Afdolnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat ke-2 surat Al Lail.
  • Ruku dan membaca tasbih tiga kali.
  • Iktidal dan membaca bacaannya.
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
  • Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.
  • Sujud ke-2 dan membaca tasbih tiga kali.

Setelah rakaat pertama selesai,rakaat ke-2 dijalankan sebagaimana cara di atas, sesudah itu tasyahhud akhir. Setelah selesai, maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat sesudah itu dijalankan sama seperti contoh di atas.